Minggu, 22 Juli 2012

SEBUAH PERJALANAN HIDUP (SECRETS FOR MY LIFE)

Aku sering berpikir..
Untuk apa aku hidup..???
Dari kecil mengenyam pendidikan dan pengalaman hidup..
Dan..
Sampai akhirnya saat dewasa mendapat gelar Akademis..
Begitu banyak waktu yang tersita..
Untuk belajar, belajar dan belajar..
Pendidikan dan pengalaman hidup yang telah dijalani pun telah banyak menanamkan berbagai aneka rasa dalam hidup..
Dari sana tercipta disiplin, kehidupan bermasyarakat dan meningkatkan intelektualitas diri..
Setelah semuanya telah didapatkan..
Kemanakah arah hidup ini..??
Merintis karir yang profesionalisme..??
Tapi mau jadi apa diri ini..??
Karyawan atau wirausaha, atau malah jadi pengangguran sejati kah..??
Semua hal tadi merupakan pilihan yang masih bingung untuk diberi jawaban..
Tak tahu apakah akan malah tenggelam dalam keterpurukan..??
Atau malah menuai karir yang melonjak..
Pada akhirnya menghasilkan banyak uang..??
Waktu pasti terus berlalu..
Dan..
Akan cepat berlalu..
Otomatis akan muncul target-target baru..
Ketika pada saatnya dipertemukan dengan seorang belahan jiwa..
Kemudian sepakat arungi bahtera menuju Mawaddah Wa Rahmah..
Ketika pada saatnya diberikan sebuah amanah..
Sang Penerus Generasi pun telah lahir..
Dengan tangisan gembira di dunia..
Telah lahirnya Sang Penerus Generasi ini..
Memanglah sebuah anugerah dan rejeki..
Tapi sadar bahwa akan muncul..
Muncul masalah-masalah hidup yang lebih kompleks lagi pastinya..
Mendaki tangga hidup yang mau tidak mau harus dipanjat..
Dan..
Akan lebih memanfaatkan waktu sebaik mungkin..
Kaya dan miskin pun jadi pilihan kembali..
Tetapi usaha dan doa tetap prioritas utama..
Mungkin sampai saatnya timbul sebuah keadaan perasaan..
“Waktu Cepat Berlalu”..
Usia pun mulai menua..
Dan..
Daya tahan dan kekuaatan tubuh pun mulai berkurang..
Mungkin akan tinggal menunggu waktu..
Waktu yang dijanjikan pasti akan tiba..
Akan putuslah semua hubungan sana sini..
Harapan terbesar pun terletak pada “Sang Penerus Generasi”.
Dia otomatis akan mengambil alih tongkat estafet.
Untuk terus menghasilkan..
Penerus – penerus generasi Bani Hasyim yang handal.
Writed by :

Ilmal Bani Hasyim

SEBUAH MOTIVASI UNTUK TERUS BERAKSI

Jogjakarta, 23 Juli 2012
Berusaha hidup dengan enjoy seberat apapun cobaan hidup yang menerpa..
Hargai diri sendiri, hargai orang lain, dan bertanggung jawab atas segala tindakan..
Banyak memanfaatkan waktu untuk interaksi..
Berinteraksi segalanya dengan penuh kehangatan dengan menambahkan terus porsi kasih sayang..
Menciptakan win win solution dalam setiap pemecahan masalah adalah tindakan seorang individu yang bijak..
Jangan mudah digoyang, putus asa dan rendah diri..
Terus ucapkan kata-kata yang baik-baik saja..
Selalu ciptakan suasana saling berbagi..
Terkadang anggap saja bahwa waktu tidak dapat menghentikan segalanya..
Munculkan ide-ide terbaik..
 Dan..
Jangan lupa tetap berusaha dan berdoa padaNya..

Writed by :


Ilmal Bani Hasyim

PERTANYAAN-PERTANYAAN SEORANG ANAK BANGSA

“This questions and statements only to reflect and to act for all people”.
Apa sebenarnya perbedaan antara negara berkembang (miskin) dengan negara maju (kaya)..???
Sebenarnya bila dilakukan sebuah pengamatan lebih dalam sebutan negara berkembang itu secara halus bahwa menyebut sebuah negara itu adalah termasuk negara Miskin. Berbeda hal nya apabila ada sebuah sebutan tentang negara yang menyebut negara makmur. Kalimat ini adalah kalimat yang punya arti yang sebenarnya.
Bila dilakukan sebuah pengamatan lebih dalam lagi pada kenyataan yang ada saat ini, negara yang maju itu tidak tergantung pada umur peradaban negara tersebut.
Contoh : Negara Mesir dan India
Kedua negara ini memiliki peradaban yang telah ada lebih dari 200 tahun tapi mengapa kedua negara ini tetap pada golongan negara berkembang (miskin). Apabila dibandingkan beberapa negara pada beberapa sisi yang mencolok.
Contoh : Singapura, Kanada, Australia dan Selandia Baru.
Beberapa negara ini memiliki peradaban yang kurang dari 150 tahun tapi mengapa kedua negara ini tetap pada golongan negara maju (kaya). Bahkan beberapa negara ini menjadi magnet terbesar di dunia dan seluruh penduduknya tidak lagi hidup miskin.
Sebuah pertanyaan lagi yang muncul..??
Apakah ketersediaan Sumber Daya Alam dari suatu negara menjadi jaminan negara itu menjadi miskin ataupun kaya..
Mungkin sulit untuk menjawab “Iya”
Coba lihat negara Jepang. Negara ini memiliki area yang sangat terbatas. Daratannya 80 % berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan sektor pertanian dan peternakan tetapi saat ini Jepang menjadi salah satu negara raksasa ekonomi dunia. Bila diibaratkan Jepang merupakan negara “Industri Terapung” yang giat sekali melakukan impor bahan baku dari berbagai yang ada di dunia dan melakukan pengolahan bahan baku tersebut menjadi bahan jadi yang bernilai jual tinggi dan kembali mengekspornya ke negara-negara eksportir tersebut.
Saya juga mencoba memberikan sebuah referensi negara lainnya.
Contoh : Swiss
Negara ini tidak memiliki perkebunan kakao yang merupakan bahan baku pembuat coklat tetapi negara ini mampu menjadi negara pembuat coklat terbaik di dunia. Swiss memiliki areal pertanian yang sangat kecil hanya 11 % daratannya yang dapat dimanfaatkan menjadi industri bahakn baku pertanian dan peternakan yang unggulan. Negara ini juga menjadi negara pengolahan susudengan kualitas terbaik. Selain itu negara ini tidak memiliki reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban yang cukup mencolok tetapi saat ini bank-bank yang ada di Swiss menjadi bank yang sangat disukai setiap orang yang ada di dunia untuk berinvestasi di seluruh dunia.
Muncul lagi pertanyaan...??
Apakah bila dikaitkan pada faktor ras ataupun warna kulit dijadikan faktor penentu jaminan negara itu menjadi miskin..??
Jawabnya :
Ini bukan merupakan faktor terpenting. Banyak para imigran kulit hitam yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi orang yang berpengaruh dan menjadi sumber pemasukan yang sangat produktif di negara –negara maju (kaya) di benua Eropa dan Amerika.
Contoh : Barack Obama yang menjadi presiden kulit hitam pertama di negara 
   mayoritas berbangsa kulit putih, yakni Amerika Serikat.
Pernyataan-pernyataan dalam kenyataan yang ada :
“Mungkin semua para eksekutif dari berbagai negara maju yang berkomunikasi dengan temannya yang berada di negara terbelakang akan sepakat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan”.
“Mungkin ada sebuah perbedaan yang bisa dibuat untuk membedakan hal-hal diatas.  Perbedaan terletak pada sikap dan perilaku masyarakatnya yang telah terbentuk sepanjang tahun melalui KEBUDAYAAN dan PENDIDIKAN”.
Berdasarkan pada sebuah referensi dalam analisis atas perilaku masyarakat di suatu negara maju ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-hari mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan. Prinsip dasar yang mereka patuhi itu antara lain :
1.      Etika, merupakan prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Kejujuran dan integritas.
3.      Bertanggung jawab.
4.      Hormat dan patuh pada aturan dan hukum yang ada.
5.      Hormat pada hak orang lain.
6.      Cinta pada pekerjaan.
7.      Berusaha menabung dan investasi.
8.      Mau bekerja keras.
9.      Tepat waktu.
Sebenarnya kita bukan miskin (keterbelakang) karena kurangnya Sumber Daya Alam yang ada pada kita. Mungkin bisa jadi kita menjadi terbelakang/lemah/miskin akibat perilaku yang kurang antusiasnya kemauan untuk mematuhi dan menerapkan prinsip-prinsip dasar kehidupan yang ada. Semua masyarakat harus berperan sama pantas dalam membangun masyarakat, ekomoni dan kebudayaan.
Sebuah pertanyaan terakhir yang sedikit menggelitik..??
Apakah negara kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan dan akan menjadi negara lebih miskin lagi..??
Mungkin untuk menjawab pertanyaan yang satu ini semua sepakat belum bisa menjawab “tidak” ataupun “iya” karena dapat menimbulkan berbagai keadaan perasaan antara pesimis dan semangat.
 Tetapi untuk semua hal-hal tadi dapat bisa menjadikan refleksi dan tindakan diri masing-masing individu. Yang jelas keinginan kita untuk berubah dan bertindak di mulai dari diri kita masing-masing.
In so many references
Writed by :

 Ilmal Bani Hasyim

ADA 9 TANDA CINTA DAN BENCI DARI SEBUAH REFERENSI YANG PERNAH KU BACA DAN PERNAH JUGA KU RASAKAN



Ada 9 Tanda Cinta :
  1. Selalu ingin memberi.
  2. Selalu khawatir yang dicintai akan kekurangannya.
  3. Selalu siap melindungi dan berkorban.
  4. Selau ingin mencukupi kebutuhan.
  5. Selalu rindu ingin bertemu.
  6. Selalu ingin berkomunikasi.
  7. Senang jika diminta dan diandalkan.
  8. Segera meminta maaf bila berbuat kesalahan.
  9. Takut kehilangan dia.

9 Tanda Benci :
  1. Lebih suka meminta pertolongan kepada yang lain.
  2. Berpaling mencintai yang lain.
  3. Tidak mau menerima pemberian.
  4. Tidak menghargai pemberian
  5. Tidak mau menjawab semua komunikasi.
  6. Tidak mau meminta langsung.
  7. Menolak ajakan.
  8. Tidak meminta maaf atas kesalahan.
  9. Mengulangi terus perbuatan yang dibenci.

Writed by :
  •  
Ilmal Bani Hasyim

Sabtu, 14 Juli 2012

KONTRIBUSI USAHA BUDIDAYA TEBU RAKYAT DI JAWA TIMUR DALAM MENINGKATKAN INDUSTRI GULA BERBASIS TEBU DI INDONESIA

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L) adalah satu anggota familia rumput rumputan (Graminae) yang merupakan tanaman asli tropika basah, namun masih dapat tumbuh baik dan berkembang di daerah subtropika, pada berbagai jenis tanah dari daratan rendah hingga ketinggian 1.400 m diatas permukaan laut (dpl). Tebu merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan dan masih bertahan serta masih memiliki peranan penting dalam menentukan konsumsi pangan bangsa Indonesia. Tanaman tebu merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang menjadi salah satu tanaman unggulan selain Kelapa Sawit, Karet, Teh, Kopi dan Kakao.Usaha budidaya tebu dapat dilakukan pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan serta pada lahan kering/tegalan, dengan sistem TS (Tebu Sendiri) atau TR (Tebu Rakyat). Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha industri gula berbasis tebu antara lain pengelolaan pada aspek on-farm yakni penerapan kaidah teknologi budidaya yang baik dan benar mulai dari persiapan lahan, pengolahan dan penanaman yang mengikuti kaidah masa tanam optimal, pemilihan dan komposisi varietas bibit unggul bermutu dalam penggunaannya, pemeliharaan dan tebang angkut.


Secara umum, ada dua tipe pengelolaan pengusahaan tanaman tebu. Untuk Pabrik Gula (PG) swasta, kebun tebu dikelola dengan menggunakan manajemen perusahaan perkebunan (Estate) dimana Pabrik Gula sekaligus memiliki lahan HGU (Hak Guna Usaha) untuk pertanaman tebunya. Untuk Pabrik Gula milik BUMN, terutama yang berlokasi di Jawa, sebagian besar tanaman tebu dikelola oleh rakyat. Pabrik Gula di Jawa umumnya melakukan hubungan kemitraan dengan petani tebu. Secara umum, Pabrik Gula lebih berkonsentrasi pada pengolahan, sedangkan petani sebagai pemasok bahan baku tebu. Selain secara ekonomis, juga dapat diamati terus pengembangan perkebunan tebu melalui usaha-usahanya yang telah mampu membuka peluang lapangan pekerjaan besar bagi tenaga kerja daerah. 


Sejalan dengan revitalisasi sektor pertanian, industri gula nasional, atau industri gula berbasis tebu secara umum, harus melakukan revitalisasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, peningkatan investasi merupakan suatu syarat keharusan dan investasi pada industri gula berbasis tebu yang sebenarnya cukup prospektif. Secara keseluruhan, lahan perkebunan tebu di Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 400.000 hektar sekitar 95% yang berada di Jawa dan Sumatera sisanya berada di Sulawesi dan daerah di Indonesia yang memiliki proporsi lahan tebu terluas terletak di provinsi Jawa Timur. Menurut sumber BKPM tahun 2008, total luas lahan tebu di Jawa Timur seluas 171.915 hektar yang saat ini merupakan sentra gula terbesar di Indonesia. Dari data Departemen Perindustrian bahwa pada tahun 2008 Indonesia memiliki 58 Pabrik Gula (PG), dimana 31 Pabrik Gula tersebut beroperasi di wilayah Jawa Timur dengan kapasitas giling total mencapai 86.278 TCD (Ton Canes per Day).                             


Dari sinilah yang menjadi faktor penting mengapa eksistensi tebu khususnya di Jawa Timur perlu terus dikembangkan khususnya dalam teknis budidaya dan manajemen pengelolaan kebun oleh seluruh stakeholder perkebunan tebu sehingga ke depan dapat terus menjadi komoditas unggulan. Dengan parameter utama berupa peningkatan kontribusi sektor perkebunan terhadap pertumbuhan perekonomian. Sampai saat ini perkembangan kinerja tebu Indonesia sebenarnya cukup memprihatinkan yang ditandai terjadinya penurunan areal, kenaikan biaya produksi, mutu tebu rakyat yang masih rendah dan belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), mesin dan peralatan serta harga tebu ditingkat petani yang masih rendah akibat belum efisiensinya tataniaga tebu secara maksimal. Permasalahan yang dihadapai perkebunan tebu yang lain yakni skala usaha nasional mencakup seluruh subsistem, mulai dari usahatani sampai dengan pemasaran. Berbagai upaya perbaikan harus dilakukan di setiap subsistem secara komprehensip dan terintegrasi sangat penting dalam pembangunan perkebunan khususnya dalam kegiatan manajemen budidaya tebu.  


Hal ni dapat menjadi acuan pada setiap pihak untuk terus mengembangkan industri gula berbasis tebu. Dengan demikian maka akan menjadi tolak ukur dukungan mengenai kebijakan dan program ketahanan pangan gula untuk mempercepat investasi pada industri berbasis gula serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu.       




Writed by :
Ilmal Bani Hasyim